Arlisa Fitria
Rabu, 18 April 2012
Sabtu, 03 Desember 2011
Makanan Modifikasi Pencegah Lapar
Para ilmuwan di Institute of Food Research, Norwich, Inggris, sedang mengembangkan suatu jenis makanan yang dapat memperlambat proses pencernaan, sehingga akan mengakibatkan terkirimnya sinyal ke otak yang menekan nafsu makan.
"Makanan ini akan memberi kesan pada otak bahwa Anda sudah makan terlalu banyak, padahal sebenarnya tidak", kata Peter Wilde, ketua tim peneliti.
Meskipun penelitian tersebut masih dalam tahap awal, namun pendekatan Wilde untuk mengekang nafsu makan ini dapat menjadi kunci untuk memerangi obesitas.
"Kemampuan untuk menekan nafsu makan dapat membantu orang yang memiliki masalah dalam mengurangi berat badan", kata Steve Bloom, seorang guru besar pada London's Imperial College.
Para ilmuwan di Amerika Utara dan berbagai tempat di Eropa juga sedang mencoba untuk menemukan metode mengkontrol nafsu makan, ada yang melalui injeksi dan ada pula yang melalui implantasi alat tertentu yang mempengaruhi sistem pencernaan.
Bloom mengatakan bahwa mengatur nafsu makan melalui makanan modifikasi adalah mungkin untuk dilakukan secara teoritis. Dia mengacu kepada mekanisme lain di dalam tubuh, yaitu produksi kolesterol, yang juga dapat dikendalikan dengan obat-obatan tertentu.
Namun Bloom memperingatkan bahwa mengatur nafsu makan ini adalah sesuatu yang menantang, karena tubuh juga memiliki sistem untuk mencegah penipuan terhadap mekanisme pengaturannya.
Contohnya, berbagai hormon juga berperan mengatur nafsu makan, namun otak juga mengandalkan peran reseptor-reseptor sel syaraf di lambung untuk mendeteksi keberadaan makanan dan memberi pesan ke otak bila lambung sudah penuh.
Penelitian Wilde ini didasarkan atas mekanisme tubuh untuk mencerna lemak.
Lemak pada umumnya akan diuraikan pada bagian awal ketika lemak memasuki usus halus. Ketika makanan tinggi lemak dimakan, tubuh baru dapat mencerna lemak seluruhnya ketika makanan tersebut sudah jauh mencapai akhir usus halus. Pada tahap ini hormon yang menekan nafsu makan dikeluarkan.
Metode yang digunakan Wilde menyerupai hal tersebut. Dia melapisi lemak pada makanan dengan protein hasil modifikasi yang berasal dari tanaman, sehingga enzim pemecah lemak akan lebih lambat menemukan lemak.
Hal ini berarti bahwa lemak belum dicerna sebelum mencapai bagian akhir usus halus. Pada tahap ini sel-sel usus halus akan mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa usus sudah penuh.
Meskipun tubuh tidak memakan makanan tinggi lemak, makanan rekayasa ini akan menekan nafsu makan seperti saat tubuh telah makan makanan berlemak tinggi. Jika lemak telah dicerna lebih dini di bagian awal usus halus, tidak ada sinyal pemberi rasa kenyang yang akan dikirimkan ke otak.
Wilde mengatakan bahwa teknik ini dapat bekerja pada makanan yang mengandung lemak, seperti produk olahan susu, mayones, atau roti. Rasa dari makanan tersebut tidak akan terpengaruh.
"Jika penelitiannya lancar, maka diharapkan produk ini akan tersedia di pasaran dalam waktu beberapa tahun lagi", kata Wilde.
Teknik lain dilakukan oleh para ilmuwan di University of Newcastle yang menggunakan alginat (suatu ekstrak rumput laut) guna mengurangi absorpsi lemak. Mekanisme kerja alginat menyerupai obat diet sintetis, yaitu orlistat (dipasarkan dengan merk Xenical oleh Roche Holding AG, dan Alli oleh GlaxoSmithkline PLC).
Orlistat menghambat absorpsi (penyerapan) lemak, namun memiliki efek samping diare. Para ilmuwan berpendapat bahwa efek samping tersebut dapat dihindari dengan meningkatkan asupan serat.
"Pada uji coba rasa, para peserta mengatakan bahwa roti yang dicampur dengan alginat berasa sama atau malah lebih enak dari pada roti biasa", kata Jeffrey Pearson, ketua tim peneliti ini yang juga seorang guru besar fisiologi molekular di University of Newcastle.
"Hal ini akan sangat membantu untuk menurunkan tingkat kalori tanpa kita sadari", kata Pearson. "Orang-orang pada umumnya tidak mau untuk mengubah gaya hidup mereka secara total dan berhenti makan makanan favorit mereka".
Beberapa perusahaan farmasi dan makanan juga sedang mengusahakan suatu makanan yang bisa menekan nafsu makan.
Pada tahun 2004 lalu, Unilever telah membeli hak paten tanaman khas Afrika Selatan, Hoodia gordonii, yang biasa digunakan oleh penduduk asli di sana untuk melawan rasa lapar.
Sebuah penelitian sederhana menemukan bahwa orang yang diberi ekstrak tanaman tersebut selama 15 hari dapat menurunkan asupan makanan mereka hingga 1000 kalori dibandingkan dengan orang yang tidak diberi ekstrak. Seorang juru bicara di Unilever menyatakan bahwa ekstrak tanaman ini dapat ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, dan mungkin sudah tersedia di pasaran dalam waktu beberapa tahun lagi.
Tidak semua ilmuwan sependapat bahwa makanan-makanan penurun nafsu makan ini adalah solusi bagi semua masalah obesitas.
"Manusia adalah kelompok yang sukar untuk diatur", kata Alice H. Lichtenstein, seorang ahli gizi pada Tufts University. Mereka makan untuk berbagai alasan tertentu, seperti karena rasanya yang enak, harganya yang murah, hingga makanan yang dapat mengingatkan mereka akan kenangan masa kanak-kanak".
Para ilmuwan lainnya mengkhawatirkan tentang bagaimana untuk mengatur makanan-makanan penurun nafsu makan tersebut ketika mereka sudah ada di pasaran. "Ketika makanan-makanan ini sudah ada, bagaimana caranya mengatur siapa yang cukup layak untuk mengkonsumsinya? Dan apa pula yang akan dilakukan terhadap obat penurun nafsu makan yang sudah lebih awal tersedia?" kata Peter Fryer, seorang ahli teknik kimia di University of Birmingham, yang juga meneliti makanan modifikasi ini.
Meskipun demikian, para ilmuwan tersebut sependapat bahwa makanan modifikasi ini dapat menjadi alat yang efektif untuk melawan obesitas.
"Melakukan diet adalah sesuatu yang membosankan bagi sebagian besar orang", kata Bloom, "oleh karena itu kita memerlukan bantuan dari kemajuan ilmu pengetahuan ini".
Kamis, 01 Desember 2011
Diet Berdasarkan Golongan Darah
Diet untuk Golongan Darah A
Ciri khas Golongan darah A:
Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Oatmel
Snack Siang : Juice Anggur / Kopi
Makan Siang : Salad + Roti Gandum satu potong + Teh Herbal
Snack Sore : Kue Beras dua potong + Teh Hijau
(Bila perlu boleh makan Malam : Pasta tanpa daging + Brokoli + Yoghurt + Teh Herbal)
Diet untuk Golongan Darah B
Ciri khas golongan darah B:
Karakteristik pemilik golongan darah B adalah:
Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Juice Anggur + Roti dua potong + Satu potong keju.
Snack siang : Yogurt
Makan Siang : Dada Ayam 4 irisan + Salad + 2 buah Plum + Teh Herbal
Snack Sore : Cheesecake + Teh Herbal
Makan Malam : Omelet + Salad Buah + Kopi
Diet untuk Golongan Darah O
Ciri khas golongan darah O:
Sarapan : 2 potong roti bakar lapis mentega + Satu buah Pisang
Snack siang : Teh herbal
Makan Siang: Sepotong daging panggang + Salad bayam + Apel
Snack Sore : Sepotong kue
Makan Malam : Sepotong daging domba dan asparagus yang direbus + Kentang rebus + Buah + Teh herbal
Diet untuk Golongan Darah AB
Sebenarnya, jenis makanan golongan darah A dan B sangat bertolak belakang. Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian. Untuk itu Dr. Peter J.D'Adamo menganjurkan agar pemilik golongan darah AB lebih banyak melakukan diet vegetarian tapi tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu. Terutama saat berolahraga.Golongan darah AB sendiri sebagai golongan darah yang masih cukup jarang dijumpai secara keseluruhan lebih stabil dari golongan darah A dan B karena dapat memiliki sebagian besar keuntungan dan intoleransi dari golongan darah A dan B. Golongan darah ini juga dinilai memiliki sistem daya tahan tubuh paling baik dibandingkan golongan darah lain, namun di sisi lain juga rentan terhadap penyakit-penyakit serius seperti penyakit jantung, saraf, dan kanker.
Pada golongan darah AB juga dianjurkan olahraga yang berkaitan dengan relaksasi dan meditasi. Makanan-makanan yang dianjurkan untuk golongan darah ini antara lain adalah makanan laut, produk susu, beberapa jenis kacang-kacangan dan yang tidak dianjurkan adalah seperti daging merah, kacang merah dan jagung.
Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ini, tubuh sebenarnya memerlukan makanan-makanan organik termasuk bahan nabati organik dengan kelengkapan gizi yang sesuai dengan golongan darah tertentu, dan ini menyangkut semua kebutuhan prebiotik dan probiotik serta enzim-enzim, vitamin, mineral serta asam amino esensial untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.
Ciri khas Golongan darah A:
· Memiliki sistem pencernaan yang relatif sensitif.
· Harus menghindari makanan yang terbuat dari produk susu dan daging.
· Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengonsumsi makanan berkadar karbohidrat tinggi, namun rendah lemak.
· Meminimalisasi stres dengan meditasi, atau olahraga non kompetitif dan cukup istirahat.
Menu diet yang dianjurkan: Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Oatmel
Snack Siang : Juice Anggur / Kopi
Makan Siang : Salad + Roti Gandum satu potong + Teh Herbal
Snack Sore : Kue Beras dua potong + Teh Hijau
(Bila perlu boleh makan Malam : Pasta tanpa daging + Brokoli + Yoghurt + Teh Herbal)
Diet untuk Golongan Darah B
Ciri khas golongan darah B:
· Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi makanan golongan darah, namun membatasi asupan daging.
· Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman berbahan dasar susu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
· Olahraga yang cocok dilakukan adalah renang, tenis, jalan kaki dan meditasi.
· Untuk mengatasi stres, sebaiknya mencari kegiatan rutin berupa hobi dan kreativitas.
Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian. Untuk itu Dr. Peter J.D'Adamo menganjurkan agar pemilik golongan darah AB lebih banyak melakukan diet vegetarian tapi tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu. Terutama saat berolahraga.Karakteristik pemilik golongan darah B adalah:
· Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
· Disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, namun kekerapan makan lebih padat (lebih sering makan dengan porsi kecil). Untuk lebih berenergi biasakan berolahraga di pagi hari.
Menu Diet yang dianjurkan: Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Juice Anggur + Roti dua potong + Satu potong keju.
Snack siang : Yogurt
Makan Siang : Dada Ayam 4 irisan + Salad + 2 buah Plum + Teh Herbal
Snack Sore : Cheesecake + Teh Herbal
Makan Malam : Omelet + Salad Buah + Kopi
Diet untuk Golongan Darah O
Ciri khas golongan darah O:
· Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan tipe darah lain.
· Mudah beradaptasi dengan berbagai makanan pada lingkungan yang ditempati.
· Untuk mengatasi stres disarankan melakukan senam.
· Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
· Bila makanan yang dikonsumsi tidak sesuai, maka Anda berisiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis.
Menu diet yang dianjurkan: Sarapan : 2 potong roti bakar lapis mentega + Satu buah Pisang
Snack siang : Teh herbal
Makan Siang: Sepotong daging panggang + Salad bayam + Apel
Snack Sore : Sepotong kue
Makan Malam : Sepotong daging domba dan asparagus yang direbus + Kentang rebus + Buah + Teh herbal
Diet untuk Golongan Darah AB
Sebenarnya, jenis makanan golongan darah A dan B sangat bertolak belakang. Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian. Untuk itu Dr. Peter J.D'Adamo menganjurkan agar pemilik golongan darah AB lebih banyak melakukan diet vegetarian tapi tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu. Terutama saat berolahraga.Golongan darah AB sendiri sebagai golongan darah yang masih cukup jarang dijumpai secara keseluruhan lebih stabil dari golongan darah A dan B karena dapat memiliki sebagian besar keuntungan dan intoleransi dari golongan darah A dan B. Golongan darah ini juga dinilai memiliki sistem daya tahan tubuh paling baik dibandingkan golongan darah lain, namun di sisi lain juga rentan terhadap penyakit-penyakit serius seperti penyakit jantung, saraf, dan kanker.
Pada golongan darah AB juga dianjurkan olahraga yang berkaitan dengan relaksasi dan meditasi. Makanan-makanan yang dianjurkan untuk golongan darah ini antara lain adalah makanan laut, produk susu, beberapa jenis kacang-kacangan dan yang tidak dianjurkan adalah seperti daging merah, kacang merah dan jagung.
Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ini, tubuh sebenarnya memerlukan makanan-makanan organik termasuk bahan nabati organik dengan kelengkapan gizi yang sesuai dengan golongan darah tertentu, dan ini menyangkut semua kebutuhan prebiotik dan probiotik serta enzim-enzim, vitamin, mineral serta asam amino esensial untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.
Bunyi Dengkul untuk Mendeteksi Sakit Sendi
Nyeri sendi (osteoarthritis) bisa sangat mengganggu aktivitas dan menurunkan kinerja karena jika sudah terkena akan susah disembuhkan. Kini peneliti bisa mendeteksi apakah seseorang punya risiko nyeri sendi dengan tes bunyi dengkul.
Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan di sendi 'melorot' dan dapat mempengaruhi setiap sendi di tubuh. Kelainan sendi ini paling sering mempengaruhi tangan, pinggul, lutut, punggung dan leher.
Ketika osteoartritis terjadi di lutut, tulang rawan yang menutupi ujung tulang sendi lutut rusak. Hal ini dapat semakin memburuk, jika tulang rawan tidak ada maka tulang bergesekan langsung dengan tulang, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri yang luar biasa bagi pasien.
Saat ini, tidak ada obat untuk kondisi osteoartritis, tetapi ada beberapa untuk mencegahnya seperti penurunan berat badan atau olahraga ringan yang dapat mencegah kekakuan. Dalam kasus ekstrim, operasi dapat dipertimbangkan sebagai solusi.
Baru-baru ini peneliti meluncurkan perangkat prototipe yang bisa mendeteksi nyeri sendi di lutut alias osteoarthritis secara dini.
Peneliti di Universities of Lancaster dan Central Lancashire mengembangkan perangkat akustik untuk memindai bunyi di dengkul yang dapat menunjukkan kemerosotan pada sendi lutut secara dini.
"Pada dasarnya kami telah menemukan suatu cara untuk mengukur suara dari sendi berdasarkan gerakan repetitif sederhana, yaitu duduk dan berdiri," tutur Profesor John Goodacre dari Universitas Lancaster, seperti dilansir dari BBCNews, Minggu (18/7/2010).
Peneliti menemukan dengan alat prototipe ini, bunyi dengkul memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik dengkul normal dengan yang rusak akan terdeteksi dari suaranya, sayangnya tidak dijelaskan secara gamblang perbedaan suara itu.
Penciptaan alat ini terinspirasi dari industri alat-alat akustik yang digunakan untuk mendeteksi keausan. Misalnya untuk mendeteksi keausan dan kerusakan di lengan beban bantalan dermaga.
"Jika kita benar-benar dapat membuat perubahan atau jika percaya bahwa perubahan dapat terjadi bahkan sebelum gejala berkembang, maka ini akan membuka jalan untuk berbagai pendekatan," tambah Prof Goodacre.
Bila osteoartritis telah dapat dideteksi secara dini, maka setidaknya dapat dilakukan perubahan dalam pengelolaan gaya hidup, penggunaan obat pencegah atau perawatan lainnya.
Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan di sendi 'melorot' dan dapat mempengaruhi setiap sendi di tubuh. Kelainan sendi ini paling sering mempengaruhi tangan, pinggul, lutut, punggung dan leher.
Ketika osteoartritis terjadi di lutut, tulang rawan yang menutupi ujung tulang sendi lutut rusak. Hal ini dapat semakin memburuk, jika tulang rawan tidak ada maka tulang bergesekan langsung dengan tulang, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri yang luar biasa bagi pasien.
Saat ini, tidak ada obat untuk kondisi osteoartritis, tetapi ada beberapa untuk mencegahnya seperti penurunan berat badan atau olahraga ringan yang dapat mencegah kekakuan. Dalam kasus ekstrim, operasi dapat dipertimbangkan sebagai solusi.
Baru-baru ini peneliti meluncurkan perangkat prototipe yang bisa mendeteksi nyeri sendi di lutut alias osteoarthritis secara dini.
Peneliti di Universities of Lancaster dan Central Lancashire mengembangkan perangkat akustik untuk memindai bunyi di dengkul yang dapat menunjukkan kemerosotan pada sendi lutut secara dini.
"Pada dasarnya kami telah menemukan suatu cara untuk mengukur suara dari sendi berdasarkan gerakan repetitif sederhana, yaitu duduk dan berdiri," tutur Profesor John Goodacre dari Universitas Lancaster, seperti dilansir dari BBCNews, Minggu (18/7/2010).
Peneliti menemukan dengan alat prototipe ini, bunyi dengkul memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik dengkul normal dengan yang rusak akan terdeteksi dari suaranya, sayangnya tidak dijelaskan secara gamblang perbedaan suara itu.
Penciptaan alat ini terinspirasi dari industri alat-alat akustik yang digunakan untuk mendeteksi keausan. Misalnya untuk mendeteksi keausan dan kerusakan di lengan beban bantalan dermaga.
"Jika kita benar-benar dapat membuat perubahan atau jika percaya bahwa perubahan dapat terjadi bahkan sebelum gejala berkembang, maka ini akan membuka jalan untuk berbagai pendekatan," tambah Prof Goodacre.
Bila osteoartritis telah dapat dideteksi secara dini, maka setidaknya dapat dilakukan perubahan dalam pengelolaan gaya hidup, penggunaan obat pencegah atau perawatan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
